Senin, 15 November 2010

Feminism di Kancah Lapangan Futsal

Futsal ? Mungkin di pikiran kita yang namanya futsal itu olahraga khusus buat kaum adam. Tapi jangan kaget ya ? Hal ini tidak berlaku di kalagan anak Casnetech 3. Futsal tetap futsal. Tapi futsal kali ini beda. Jika kaum adam yang unjuk gigi, kami sebagai kaum hawa ingin unjuk taring. Hahhahaa...lebih mangstap kan ? Percaya ? Percaya ? Harus percayalah! Ini bukti dari perjuangan kaum hawa menegakkan feminism. Ini juga sebagai bukti bahwa perempuan tidak didiskriminasi lagi. Mari kita lihat.....
Here we goooooooooooooo................

Kami beraksi

Team putih

Team hitam

Sportif di tangan Casnetech 3



Orang Tidur Ajah Gaya-Gayaan

Hemmm...ternyata orang tidur itu juga butuh gaya. Walaupun gayanya itu nggak disengaja. Kebawa mimpi kali ya ? Berikut ini akan kita lihat beberapa anak sekolah yang ketiduran di kelas. Nggak tahu kesambet angin apa kok bisa-bisanya tidur saat guru sedang konsen ceramah. Pose tanpa dosa pun terpampang layaknya cover majalah harian yang nggak laku di pasaran era reformasi ini. Kayak apakah ? Penasarankan ?
Ini dia pose-pose lucu hasil jepretan kameramen dadakan...

POSE Satu

POSE Dua

Pose Tiga

POSE Empat

POSE Lima

APAKAH ANDA YANG AKAN MENJADI KORBAN KEGANASAN KAMERA BERIKUTNYA ????
TUNGGU KEDATANGAN KAMI DI HABITAT ANDA....:)

Kamis, 21 Oktober 2010

Hansek (Ketahanan Sekolah)

Tidak terasa hansek 3 akan segera dimulai. Berbagai reaksi muncul dari kalangan siswa kelas tiga Kampoeng Pitoe ini. Ada yang merasa senang karena hansek akan segera dimulai. Ada juga yang berwajah muram karena menyita waktu bermainnya. Tapi bagiku, jujur saja ya ? Agak nggak bersemangat juga hansek tahun ketiga ini. Pasalnya, sebelum-sebelumnya hansek akan dimulai pukul 15.00 WIB yang sekarang molor kayak kolor menjadi pukul 15.30. Otomatis dengan ini lebih memanjakan siswa. Dan juga pembagian waktu kegiatan di lapangan dan di ruangan. Yang dulunya 70 % : 30 % sekarang menjadi 50% : 50%. Bayangkan ! Serasa tradisi kampoeng pitoe berangsur-angsur memudar. Sedih juga. Tapi mau bagaimana lagi. Sudah menjadi kebijakan atasan. Sebagai bawahan ya asak nurut aja. Walaupun sebenarnya miris juga karena tradisi disiplin yang telah mengakar sejak dulu semakin melapuk. Semoga saja tidak. Semoga saja tetap menjadi kampoeng pitoe yang berjiwa disiplin !

Saran plus Komentar

Memang sih terkadang agak norak juga ketika aku mempromosikan blogku ini. Ehee...habisnya sepi pengunjung. Jadinya ya menggunakan segala cara (tapi yang halal lo) to attrack the viewers. Dan yang sangat aku harapkan ketika blogku dibuka sekaligus dibaca ma orang lain, aku ingin mereka sedikit memberikan komentar, saran dan kritik yang sekiranya baik demi pembaruan blogku. Alhasil, setelah merayu dan merayu akhirnya komentar pun aku dapatkan. Katanya nih, blognya sudah bagus. Tapi akan lebih bagus lagi jika aku juiga mencaritakan diriku sendiri. Aku akui memang kebanyakan ceritaku menceritakan orang lain. Tapi aku kan juga termasuk didalamnya walau nggak jadi tokoh utama. Ehehe.... Tapi karena komentar itu masuk kantong juga (read = logika) sebisa mungkin aku penuhi saran yang telah dilayangkan kepadaku. Terimaksih sebelumnya.
Ada satu saran lagi yang muncul dari orang yang sama. Sebaiknya ketika aku menulis cerita jangan tergesa-gesa masuk ke klimaks. Pelan-pelan tapi pasti. Karena akan semakin merangsang daya imajinasi pembaca. OK deh ! Saran yang bagus yang tak patut untuk ditolak. Terimaksih sesudahnya.
Untuk pembaca yang lain, silahkan kunjungi blogku dan tinggalkan komentar dan unek-unek. Apa pun itu. Salam Blogger ! Hiaaaattttssss.............premperempempem.

Dari Berkibar Menjadi Berkoar

Nama SMK Negeri 7 Semarang atau yang lebih dikenal dengan STM Pembagunan Semarang telah berkibar di ranah baik kota, propinsi maupun nusantara. Memang tak heran jika hal ini terjadi. Karena apa ? Di tahun berapa ya aku agak lupa. Kalau nggak salah tahun 2008 dan waktu itu aku masih kelas X. Jadi masih baru-barunya pakai seragam putih abu-abu. Bangga juga sih. Apalagi memakai seragam STM Pembangunan yang di tahun 2008 berhasil mengantarkan Jawa Tengah sebagai juara umum di LKS tinggat nasional. Keren juga kan ? Dari delapan piala yang disuguhkan oleh siswa-siswa terbaik Jateng, lima diantaranya merupakan hasil jerih payah siswa STM Pembangunan Semarang. Lengkap sudah kebanggaanku ketika memasuki kampus STM Pembagunan. Dan saat itulah panji-panji STM Pembangunan berkibar.
Tak selamanya panji itu berkibar tegak menghadap langit. Ada kalanya akan roboh karena angin yang begitu hebat meruntuhkan panji yang telah menoreh nama dengan tinta emas. Aku akui dua tahun terakhir ini, prestasi STM Pembanguna semakin menurun. Aku nggak tahu apa penyebab pastinya. Di tahun 2009, dari sekian mat lomba LKS yang diperlombakan hanya beberapa saja yang berhasil masuk ke perlomabaan tingkat nasional. Jujur, memang sedikit kecewa, malu, sedih, takut, bingung semua akan menjadi satu ketika kita tidak membawa kemenangan untuk STM Pembangunan. Aku bisa bilang seperti karena aku pernah merasakan di posisi kekalahan yang saat GPBN 2009 di Jogjakarta. Betapa malu menanggung semua itu. Tapi aku meyakinkan diriku. Aku harus tetap menegakkan kepala karena itu bukan akhir dari segalanya. Dan di tahun 2010 ini, penurunan prestasi semakin drastis. Di tingkat kota saja nama STM Pembangunan sudah mulai goyah. Dari banyak perlombaan yang dilaksanakan, hanya beberapa saja yang dapat melanjutkan ke tingkat propinsi. Sungguh tragis ! aku masih nggak tahu apa sebenarnya penyebab dari turunnya prestasi dari tahun ke tahun. Padahal ini masih tingkat kota. KOTA. Ya, kota Semarang. Memang benar, tak selamanya pohon tinggi menjulang. Suatu saat nanti pohon itu akan rapuh dan tumbang. Dibalik kekalahan ini pasti akan ada pelajaran yang dapat diambil untuk kedepannya.
Jika aku boleh bicara, mengikuti perlombaan dengan membawa nama STEMBA sebenarnya membawa beban moral yang sangat besar. Jika STEMBA menang sudah tak jadi berita. Jika STEMBA kalah semua tertawa dan menyebar secara mendunia (hiperbola). Sungguh, saya berani menjamin. Mending nggak mengikuti lomba daripada efeknya benjadi beban. Menang biasa kalah menjadi berita !!! Semoga STEMBA bangkit kembali dengan segala kelebihannya. Berpikir positif saja, mungkin ini kesempatan untuk sekolah lain untuk berkompetisi di medan perang. STEMBA tetep TE-O-PE dah.

Three Idiot ataukah Three Meleyot ???


Tampang-tampang mereka sudah tak asing di kanvas Casnetech 3. Perkenalkan, jika di dalam 3 Idiot nampang 3 orang yang abnormal dengan masing-masing kelebihan, disini kita akan menemukan 3 muka tanpa dosa dengan segala kelebihan juga. Bermodal dari rasa nekat dan karena kebaikan sang empunya blog, terpaksa wajah mereka dipampang sebagai bahan membariskan huruf demi huruf. Perkenalkan 3 cowok cuakep (tapi sitik) ini. Ada Edha, Mbahe dan Cakno yang akan menggantikan Raju, Farhan dan haduh yang satu lupa namanya. Sek bentar. Searching dulu...ahahhaha... A moment, please. Siapa ya ? Kok bisa amnesia gini sih ? Waduh....cerebropit tunjukkan nyalimu ! Woowowow..nggak nyambung deh.
Yes, yes, yes. Sudah ketemu jawabane. R_A_N_C_H_O. Ahahhaa....namanya kok aneh ya di telinga orang Indo. Weka2. Jika biasanya kita mendengar Sukarno, Sukirman, Sulastri, Sugriwo dan Su yang lainnya, sekarang kita belajar mengeja dengan lidah cedal.

Minggu, 17 Oktober 2010

Dibalik Euforia Sepak Bola

Sabtu, saatnya meregangkan badan dengan olahraga. Olahraga apakah yang akan dijadwalkan ? Hm..tak kasih bocoran ya ? Ternyata sepak bola. Riuh senang menyertai Casnetech 3. Saatnya berpura-pura bertanding mencapai kemenangan. Arimbi sebagai ketua panitia memberikan pidato yang yang ditujukan kepada kedua team yaitu team putih dan team hitam. Pada intinya sang ketua panitia memberikan wejangan “junjung sportivitas dimana menang dan kalah sudah biasa dalam pertandingan”.


Sang wasit pun meniup peluitnya. Priiittttt.... Tepukan tangan mulai memecah dan riuh sorakan menggema di sudut lapangan. Kedua team saling menyerang satu sama lain. Tendangan demi tendangan meliuk-liuk membuat bola menari tak beraturan. Kedua team saling bertahan dan menjaga agar bola tak sampai menembus gawang. Dan akhirnya gol pertama pun telah dicetak oleh team putih. Sorakan kemenangan menghantui setiap gerakan pemain. Keadaan mulai memanas. Team hitam pun mulai menyusun strategi baru. Jika satu gol sudah tercetak, maka tak akan terjadi untuk kedua kalinya. Tapi apa daya. Team hitam kurang mampu menguasai lapangan. Gol kedua pun berhasil di cetak. Semakin ke arah klimaks, team hitam belum juga menyerah. Semangat semakin tepompa walau 2 gol telah mendekatkan mereka kedalam status kalah. Ternyata, hal itu terbalaskan. Di menit sekian, team hitam mencetak satu gol. Dan satu langkah menjauhi kata kalah. Namun, karena kekompakan ream putih, satu tendangan tajam berhasil menembus pertahanan lawan. Semakin dekan dengan peluit yang menandakan akhir dari pertandingan. Dan.....Priiiitttttttttt. Simulasi sepak bola telah berakhir dan team putih membawa 3 gol sedangkan team hitam hanya mampu menyumbangkan 1 gol kepada teamnya. Selamat ya team putih. Keep fighting ! Untuk team hitam, semangat ! Don’t give up easily. Tunjukkan nyalimu di simulasi berikutnya. Ada bocoran lagi nih. Minggu depan simulasi Voli. Jadi persiapkan segala sesuatunya dengan baik. Meski Casnetech menorehkan tinta 9,4 maka harus mentargetkan angka yang bunyinya “sembilan koma lima” di simulasi berikutnya. Tidak lupa, ucapan terimakasih kami sampaikan kepada Pak Agus selaku pembimbing kami. Go STEMBA !!!!