Sedikit geli jika harus menceritakan hal ini. Tapi apa boleh buat ? Aku kan nggak mau jadi anak pelit (nyambung ?). Pernahkan Anda sekalian mendengar atau bahkan mengalami hal sepertiku ? Ulangan fisika dengan jawaban “ATAU” ? Mungkin Anda tidak percaya. Dikira saya bohong atau apalah. Tapi saya bisa memberikan saksi hampir 70an anak untuk bersaksi membenarkan pernyataanku tersebut. Awalnya aku juga merasa aneh dengan jawaban yang menurutku hanya ada satu di dunia ini. Pertanyaan dengan jawaban “atau” mungkin tidak lazim bagi kita. Tapi bagi guru kami yang mempunyai cara pandang lain, tidak mempermasalahkan hal ini. Yang penting tidak menyalahi prinsip logika.
Rabu, 13 Oktober 2010
Casnetech (Cah STEMBA Network Technical)
Banyak cerita yang telah diukir dengan tinta baja (nek emas ntar dilirik ma pencuri lagi). Berawal dari ANARCHIEZ (anak kaje 2 narcis abiez) yang telah hijrah ke nama baru Casnetech melalui pemilu online (baik inet maupun hape) yang disponsori oleh Bapak Wapres. Dari ketiga nama yang disuguhkan, nama inilah akhirnya yang menyerap banyak pemilih.
1,2,3 telah termakan waktu dan bangku pun semakin tua dan melapuk. Buku catetan yang semakin menggunung, serta canda tawa yang terus mengembang di setiap kesempatan. Cocoknya sambil memutar lagu “KEMESRAAN” yang tak akan diam sebelum kata “LULUS” menyertai ijazah sebagai modal kedepannya. Walau sesaat, kenangan akan tetap menjadi untaian pilar-pilar kesetiaan. Mungkin sedikit catatan kecil ini bisa membuat kita selalu ingat semua cerita cinta yang telah ada. Disini, aku ingin membagi cuilan kapur yang telah menulis dalam selembar kertas asa perjalanan kami.
Sebelumnya akan aku kenalkan dengan personel-personel kami. Wowo...kayak anak band. Alhamdulillah, sampai saat aku menulis cerita ini jumlah kami tetap 36. Dan akan tetap begitu hingga ikrar janji alumni menggema di tengah euforia WISUDA. Nanti saja dilanjut ceritanya, sekarang Bu Guru mau ngabsen dulu..
1. Aditya Bagas Nugraha (“mbahe” nama kerenya. Wapres Casnetech 3)
2. Aditya Cahyo Utomo (“Ahong” panggilan mesrane. Presiden Casnetech 3)
3. Aditya Hasta W (“Tembong” panggilan alamnya. Lihat saja hidungnya. Kalian akan terpesona sementara habis itu nggak nahan pengen ke KM dengan tisue basah di dahi. Buktikan !)
4. Adityo Bayu (nggak punya nama keren. Ini syahrul Khannya Casnetech 3- Shahrukkhan)
5. Ahmad Afandi (“aak” tapi jangan sok keinggrisan ya. Kasihan dia ntar malah kena gampar lagi ma orangnya. )
Ngabsennya dilanjutin nanti. Bu Guru sudah capek. Kita lanjut ke poto-poto dulu ya ? Maap momentnya nggak bisa urut. Maap, maap, maap. Orang sunda nggak bisa bilang “ef” bisanya “ep”. Biasa, lidah blasteran tu gini resikonya (ujungkulon ma ujung kidul).
Tanggal 3 okt 2010, semua kelas 1-3 disuruh berangkat untuk acara bersih-bersih menyambut adipura. Sebagai pelajar jujur saja, memang agak males. Apalagi anak kos. Jadwal mudik malah diganti mudik sekolah. Sekolah maning sekolah maning. Tapi mau gimana lagi ? Bawahan harus nurut atasan. Hahahahha.......
Wow, bersih-bersih bareng asyik juga. Dapat jatah bersihin jurusan lagi. Hm....enak juga. Disamping mainin alat kebersihin, sedikit narcis boleh juga donk. Poto diatas adalah hasil karya tangan ciptaan Tuhan. Ehehehe....Poto bersama Ibu Tutik yang sebaga wali kelas Casnetech 3. Pose-pose, gaya-gaya, pasang senyum paling manis sampai semut nggak mau mendekat. 1 catatan telah menoreh sejarah denga judul “Narcisme di era kerja bakti”.
1,2,3 telah termakan waktu dan bangku pun semakin tua dan melapuk. Buku catetan yang semakin menggunung, serta canda tawa yang terus mengembang di setiap kesempatan. Cocoknya sambil memutar lagu “KEMESRAAN” yang tak akan diam sebelum kata “LULUS” menyertai ijazah sebagai modal kedepannya. Walau sesaat, kenangan akan tetap menjadi untaian pilar-pilar kesetiaan. Mungkin sedikit catatan kecil ini bisa membuat kita selalu ingat semua cerita cinta yang telah ada. Disini, aku ingin membagi cuilan kapur yang telah menulis dalam selembar kertas asa perjalanan kami.
Sebelumnya akan aku kenalkan dengan personel-personel kami. Wowo...kayak anak band. Alhamdulillah, sampai saat aku menulis cerita ini jumlah kami tetap 36. Dan akan tetap begitu hingga ikrar janji alumni menggema di tengah euforia WISUDA. Nanti saja dilanjut ceritanya, sekarang Bu Guru mau ngabsen dulu..
1. Aditya Bagas Nugraha (“mbahe” nama kerenya. Wapres Casnetech 3)
2. Aditya Cahyo Utomo (“Ahong” panggilan mesrane. Presiden Casnetech 3)
3. Aditya Hasta W (“Tembong” panggilan alamnya. Lihat saja hidungnya. Kalian akan terpesona sementara habis itu nggak nahan pengen ke KM dengan tisue basah di dahi. Buktikan !)
4. Adityo Bayu (nggak punya nama keren. Ini syahrul Khannya Casnetech 3- Shahrukkhan)
5. Ahmad Afandi (“aak” tapi jangan sok keinggrisan ya. Kasihan dia ntar malah kena gampar lagi ma orangnya. )
Ngabsennya dilanjutin nanti. Bu Guru sudah capek. Kita lanjut ke poto-poto dulu ya ? Maap momentnya nggak bisa urut. Maap, maap, maap. Orang sunda nggak bisa bilang “ef” bisanya “ep”. Biasa, lidah blasteran tu gini resikonya (ujungkulon ma ujung kidul).
Tanggal 3 okt 2010, semua kelas 1-3 disuruh berangkat untuk acara bersih-bersih menyambut adipura. Sebagai pelajar jujur saja, memang agak males. Apalagi anak kos. Jadwal mudik malah diganti mudik sekolah. Sekolah maning sekolah maning. Tapi mau gimana lagi ? Bawahan harus nurut atasan. Hahahahha.......
Wow, bersih-bersih bareng asyik juga. Dapat jatah bersihin jurusan lagi. Hm....enak juga. Disamping mainin alat kebersihin, sedikit narcis boleh juga donk. Poto diatas adalah hasil karya tangan ciptaan Tuhan. Ehehehe....Poto bersama Ibu Tutik yang sebaga wali kelas Casnetech 3. Pose-pose, gaya-gaya, pasang senyum paling manis sampai semut nggak mau mendekat. 1 catatan telah menoreh sejarah denga judul “Narcisme di era kerja bakti”.
Unexpected Physic Part II(Catatan Itu Tidak Penting)
Hari ini hari kali pertama kami mengikuti ulangan fisika. Dan apakan Anda tahu apa yang terjadi ? Saya yakin Anda tidak bisa menebaknya. Aku aja nggak ngira sebelumnya apalagi And sekalian. Oleh karena itu maka dihapuskan penjajahan diatas dunia yang berdasarkan keadilan sosial. Hahaha.....Salah ! Ulang-ulang. Oleh karena itu, baca cerita ini mpe akhir ya ? Aku yakin kalian semua bakalan mikir dua kali untuk punya guru kayak kami.
Kalian pernah ngira nggak kalau guru bilang gini “Catatan itu tidak penting” ? Guru satu ini dengan terang-terangan memplokamirkan bahwa catetan yang kita buat itu tidak penting. Haha...mau ulangan ajah bingung mau belajar atau tidak. Aku punya saran, mending nggak usah belajar tapi harus ngasah logika ma pengetahuan saja. Itu sudah CUKUP ! Ilmu itu tidak buntuk dihafalkan. Tapi dipahami dan diaplikasikan ke kehidupan nyata. Belajarlah dari hal-hal yang sederhana di sekitar kita. Itu akan lebih bermanfaat daripada hafalan teori yang membuat kepala kita senut-senut. OSKADON siap sedia !!!
Kalian pernah ngira nggak kalau guru bilang gini “Catatan itu tidak penting” ? Guru satu ini dengan terang-terangan memplokamirkan bahwa catetan yang kita buat itu tidak penting. Haha...mau ulangan ajah bingung mau belajar atau tidak. Aku punya saran, mending nggak usah belajar tapi harus ngasah logika ma pengetahuan saja. Itu sudah CUKUP ! Ilmu itu tidak buntuk dihafalkan. Tapi dipahami dan diaplikasikan ke kehidupan nyata. Belajarlah dari hal-hal yang sederhana di sekitar kita. Itu akan lebih bermanfaat daripada hafalan teori yang membuat kepala kita senut-senut. OSKADON siap sedia !!!
Unexpected Physic Part I (Fisika Oh Fisika)
Ketegangan meluap-luap di ruang 21. Canda tawa seakan sirna karena ketakutan yang melenyapkan segala asa. Kamilah bangsa yang terjajah akan mindset. Jika sebelumnya mindset mengantarkan kita kepada barisan nilai sempurna walau dengan berbagai cara. Sekarang hal itu menjadi kenangan suram yang menjadikan kami bangsa yang terbelakang. Bangsa yang terjajah tanpa sengaja. Kalah dalam hal mengaplikasia ilmu, kalah dalam memahami arti dari suatu ilmu yang telah didapatkan. Bukan semata ilmu dalam coretan tinta yang mengantarkan kepada kebohongan belaka, tapi coretan tinta yang penuh dengan fakta dan realita.
Hari itu tepat hari Selasa. Apakah kamu tahu ? Hari itu merupakan hari bersejarah sepanjang abad Casnetech berkoar. Jika jam dinding yang bertuliskan TERMOZ menunjukkan pukul 10, berhamburan sudah semua anak-anak anggota Casnetech menyerbu kantin belakang menuruti panggilan perut kosong. Jika sebelumnya tak ada bangku kosong, secara serentak semua menjadi tanpa empunya hanya dalam hitungan detik bahkan milisekon. Tapi tidak untuk kali ini. Jangan harap bisa masuk kelas. Gurunya saja super duper unexcpected. Mending relain aja nggak makan daripada kamu kena hukuman yang bakal bikin kepala pusing mikirin kata-kata pedes beliau. Gimana nggak ? Temenku saja sampai nangis gara-gara dimarahi ma beliau dengan alasan temenku telat+mentertawakan beliau. Padahal, berdasarkan pengakuan temenku itu, dia tidak mentertawakan beliau tetapi hanya senyum kepada temen yang lain. Wuhhh, salah sangka yang mengakibatkan stres sementara. Wowo.....Aku jadi tambah penasaran ma itu guru.
Hari itu tepat hari Selasa. Apakah kamu tahu ? Hari itu merupakan hari bersejarah sepanjang abad Casnetech berkoar. Jika jam dinding yang bertuliskan TERMOZ menunjukkan pukul 10, berhamburan sudah semua anak-anak anggota Casnetech menyerbu kantin belakang menuruti panggilan perut kosong. Jika sebelumnya tak ada bangku kosong, secara serentak semua menjadi tanpa empunya hanya dalam hitungan detik bahkan milisekon. Tapi tidak untuk kali ini. Jangan harap bisa masuk kelas. Gurunya saja super duper unexcpected. Mending relain aja nggak makan daripada kamu kena hukuman yang bakal bikin kepala pusing mikirin kata-kata pedes beliau. Gimana nggak ? Temenku saja sampai nangis gara-gara dimarahi ma beliau dengan alasan temenku telat+mentertawakan beliau. Padahal, berdasarkan pengakuan temenku itu, dia tidak mentertawakan beliau tetapi hanya senyum kepada temen yang lain. Wuhhh, salah sangka yang mengakibatkan stres sementara. Wowo.....Aku jadi tambah penasaran ma itu guru.
Minggu, 22 Agustus 2010
Rindu yang membuncah
Berbulan-bulan tak melihat sosok beliau. Demi ilmu dan pengalaman yang mengalahkan semua kemanjaan yang ada. Aku harus berani memutuskan dan lebih bersifat dewasa. Kenapa ? Karena tak mungkin jika aku akan bersama beliau untuk selamanya. Tapi hari ini dara rindu telah merenggut semua ruang dalam diriku. Hasrat yang kuat ingin bertemu tapi terhalangi oleh sebuah tanggung jawab. Diri ini serasa ingin berteriak tapi tak ada daya. Ingin menangis tapi tak ada air mata. Sesak yang berkelanjutan menunggu waktu tiba pada saatnya. Kuhitung dan kuhitung. Semakin mendekati waktu, semakin berdebar hati ini dan segera bertemu dengannya. Aku rindu amarah yang menyimpan sejuta nasehat. Aku rindu tangisannya yang menyembunyikan doa di setiap tetesan. Aku rindu tawanya yang menghias jalan hidup yang berliku. Dan aku juga rindu kehangatan pelukannya tanpa harus aku meminta. Ibu, aku rindu padamu. Aku sudah tak mampu lagi terus dan terus mengalahkan perasaan ingin bersua dengan engkau. Tunggu aku di ujung asa saat aku mengetuk pintu dengan tanganku yang telah basah oleh teluk kemandirian....
:))
:))
Secuil Kapur yang Tertulis di tahta Philippines - I
Bandara Soekarno-Hatta saksi pertama perjalanan kami(Rani-Hilmi-Teh Inne).
Dimana Pak Yos?? Waduh, belum nongol karena jadi tukang poto2..
ehehehheeh
Mulai detik itu satu kata sepakat telah di ikrarkan. Susah senang bersama menjadi satu janji yang akan dibuktikan dalam perjalanan waktu yang tersuir dalam deretan bulan.
Berawal dari suatu perkenalan yang berubah menjadi kekeluargaan. Semua berubah begitu cepat. Awan yang bersaksi di langit biru atas kemandirian yang berakar pada kemampuan beradaptasi. Semua terasa baru dan asing. Tapi sesuai tali yang memanjang, sedikit demi sedikit menguap, mengikis dan merapuh menjadi kebiasaan.
Dan sekarang cerita itu telah terukir indah dalam sejarah hidup.
Dimana Pak Yos?? Waduh, belum nongol karena jadi tukang poto2..
ehehehheeh
Mulai detik itu satu kata sepakat telah di ikrarkan. Susah senang bersama menjadi satu janji yang akan dibuktikan dalam perjalanan waktu yang tersuir dalam deretan bulan.
Berawal dari suatu perkenalan yang berubah menjadi kekeluargaan. Semua berubah begitu cepat. Awan yang bersaksi di langit biru atas kemandirian yang berakar pada kemampuan beradaptasi. Semua terasa baru dan asing. Tapi sesuai tali yang memanjang, sedikit demi sedikit menguap, mengikis dan merapuh menjadi kebiasaan.
Dan sekarang cerita itu telah terukir indah dalam sejarah hidup.
Selasa, 27 Juli 2010
In Memorial---Ancol---Seamolec
Kenangan indah yang telah terukir di prasasti persahabatan. Di istana profesi yang megah mempertemukan perbedaan dalam kesatuan yang terbentuk atas dasar persamaan nasib. Sekian hari bergulat dengan pena, kertas, komputer yang mengadaptasi kepenatan dalam kehidupan. Dalam situasi yang terselubungi kabut kebosanan harus segera diuapkan dengan sebuah tiket menuju ke pintu canda tawa. Dengan satu tekad dan satu rasa membungkus keputusan untuk jalan bersama ke salah satu tempat wisata di ibu kota. Ancol yang mempertemukan tawa. Laut yang menjadi saksi bisu pernyataan janji pesahabatan.
Namun, dalam tawa kami tersimpan tangis karena satu dari kami akan dikirim ke luar kota. Walau jauh, tapi persahabatan tetap akan menyatu.


--Janji persahabatan--


Namun, dalam tawa kami tersimpan tangis karena satu dari kami akan dikirim ke luar kota. Walau jauh, tapi persahabatan tetap akan menyatu.


--Janji persahabatan--


Langganan:
Postingan (Atom)